Pages

Minggu, 02 Januari 2011

Geodesi

Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, bidang geodesi tercatat sebagai bidang yang mengalami perkembangan teknologi paling pesat, terutama berkaitan dengan teknologi satelit.  Kini di dalam ruang lingkup ilmu geodesi kita mengenal Geodesi Satelit, yaitu  sub-bidang ilmu geodesi yang menggunakan bantuan satelit (alam ataupun buatan manusia) untuk menyelesaikan problem-problem geodesi. Pemanfaatan sistem-sistem pengamatan geodesi satelit pada saat ini sudah sangat luas spektrumnya. Spektrum pemanfaatannya mencakup skala lokal sampai global, dari masalah-masalah teoritis sampai aplikatif, dan juga mencakup matra darat, laut, udara, dan luar angkasa. Bentuk teknologi geodesi satelit diantaranya Global Positioning System (GPS), Glonass, Galileo, Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), Satelit Altimetri, Satelit Gravimetri, SLR, LLR, VLBI, dan lain-lain.

Di Indonesia,teknologi GPS mulai di aplikasikan secara luas mulai tahun 1992, satelit altimetri dan InSAR mulai di geluti sekitar tahun 1998.  KK geodesi FTSL ITB merupakan salah satu kelompok keilmuan yang turut mengaplikasikan teknologi geodesi ini untuk menunjang program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
_____________________________________________________________________________
GPS (Global Positioning System)
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit  navigasi dan  penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh bagian wilayah bumi ini tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah banyak digunakan oleh orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter (orde nol) sampai dengan puluhan meter. [ … uraian detail  ]
_____________________________________________________________________________
Interferometric Synthetic Aperture Radar (InsAR)
Interferometric Synthetic Aperture Radar (InsAR) adalah teknik penginderaan Jauh yang menggunakan citra hasil dari satelit radar.  Satelit radar memancarkan gelombang radar secara konstan, kemudian gelombang radar tersebut direkam setelah diterima kembali akibat dipantulkan oleh target di permukaan bumi
_____________________________________________________________________________
Satelit Altimetri
Sistem satelit altimetri berkembang sejak tahun 1975, saat diluncurkannya sistem satelit Geos-3.  Pada saat ini secara umum sistem satelit altimetri mempunyai tiga objektif ilmiah jangka panjang yaitu: mengamati sirkulasi lautan global, memantau volume dari lempengan es kutub, dan mengamati perubahan muka laut rata-rata (MSL) global.  Dalam konteks geodesi, objektif terakhir dari misi satelit altimetri tersebut adalah yang menjadi perhatian.  Dengan kemampuannya untuk mengamati topografi dan dinamika dari permukaan laut secara kontinyu, maka satelit altimetri tidak hanya bermanfaat untuk pemantauan perubahan muka laut secara global, tetapi juga akan bermanfaat untuk beberapa aplikasi geodetik dan oseanografi.
_____________________________________________________________________________
Satelit Gravimetri (GOCE dan GRACE)
Teknik penentuan gravity field untuk selanjutnya digunakan untuk menentukan geoid dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi satelit yang terbagi menjadi 2 teknik, yaitu secara geometrik dan secara dynamic.  Secara geometrik dengan memanfaatkan kombinasi dari satelit altimetri dengan satelit GPS.  Sementara itu secara dynamic dilakukan menggunakan misi-misi satelit gravimetri seperti GOCE dan GRACE.
_____________________________________________________________________________
SATELI GALILEO
Satelit Galileo merupakan sistem satelit navigasi global Eropa yang pertama dengan tingkat akurasi yang tinggi dan dikontrol dan dikelola oleh pihak sipil Uni Eropa. Adapun tujuan Uni Eropa untuk menciptakan satelit baru ini adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian GPS dan untuk dapat bersaing dalam dunia persatelitan dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Satelit ini masih baru dan mulai diluncurkan pada tahun 2005, dan akan beroperasi secara penuh pada tahun 2008. Pada prinsipnya penentuan posisi dengan satelit Galileo hampir sama dengan penentuan posisi dengan GPS. Kedua satelit navigasi ini hanya berbeda pada spesifikasi dan kemampuannya.